Selasa, 15 Oktober 2013

CARA MENGNGAT ALLAH

CARA MENGINGAT ALLAH

Cara mengingat Allah adalah dengan Zikir, mengingat Allah merupakan kegiatan utama yang seharusnya kita lakukan dalam kegiatan kita sehari hari. Namun banyak diantara kita yang tidak menyadari hal tersebut. 
Setiap saat hati dan fikiran kita hanya dipenuhi oleh berbagai masalah kehidupan dunia. Mulai dari masalah pekerjaan, masalah keluarga, wanita atau pria idaman hati, tekanan dan problem hidup , trauma masa lalu dan lain sebaginya. Sedikit sekali waktu yang tersisa untuk berdialog dan berdzikir mengingat Allah, bahkan kadang kala tidak ada tempat sama sekali didalam hati dan fikiran untuk berdzikir mengingat Allah. 


Sebagian besar menusia tertipu oleh kehidupan dunia.Mereka tertipu oleh kesombongan dirinya, mereka merasa bangga dan takjub dengan kemampuan dirinya, mereka merasa tidak butuh pada Allah. Mereka merasa mampu mengatasi segala macam masalah yang ada dihadapan mereka dengan kekuatan dan kemampuannya sendiri . Mereka merasa tidak perlu melibatkan Allah dalam urusan mereka. Mereka menganggap menyediakan waktu untuk berdialog dan berdzikir mengingat Allah hanya merupakan usaha sia- sia dan membuang waktu percuma.

Sebenarnya tidak demikian. Justru dzikir mengingat Allah itulah hal yang paling penting dan utama dalam kehidupan kita. Allah telah memerintahkan kita untuk selalu ingat kepadaNya dengan sebanyak banyaknya dimanapun kita berada, ketika berdiri, duduk dan berbaring. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa ayat Qur’an sebagai berikut:
Al Ahzab 41-42al-ahzab-41-42
 Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. 42- Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. 
(Al Ahzab 41-42)
An Nisa 103
an-nisa-103
Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. ….(An Nisa 103)

Bahkan dalam surat Adzariyat ayat 56 Allah menjelaskan bahwa ia tidak menciptakan Jin dan manusia melainkan untuk beribadah dan menyembahNya.

Juga Syetan telah memperdaya manusia sehingga mereka lupa kepada Allah, mereka hanya sibuk memperturutkan keinginan hawa nafsunya. Hati dan fikirannya dipenuhi oleh berbagai masalah kehidupan dunia, mereka lupa untuk berdzikir mengingat Allah sepanjang waktu. Padahal dalam Al Qur’an Allah berulang ulang mengingatkan :al-araaf-205-revJanganlah kalian termasuk orang yang lalai (dari mengingat Allah) (Al- A’raaf 205)

Beberapa cara mengingat Allah
Berdzikir mengingat Allah merupakan masalah utama dan sangat penting dalam kehidupan kita sebagai manusia. Orang yang meremehkan dan melalaikan masalah dzikir mengingat Allah , maka Allahpun akan melupakannya dan membiarkannya bergelimang dalam kesulitan dan berbagai kerumitan hidup didunia maupun akhirat. Sebaliknya orang yang selalu ingat padaNya dan tidak pernah lupa berdzikir mengingat Allah maka Allah akan memperhatikan semua hajat kebutuhannya dan melapangkan hidupnya didunia maupun akhirat.
Ada beberapa cara berdzikir mengingat Allah yang disebutkan dalam Al Qur’an. Pertama berdzikir mengingat Allah dengan lidah atau lisan, kedua berdzikir mengingat Allah dengan anggota tubuh dan yang ketiga berdzikir mengingat Allah didalam hati dan fikiran.

A.Dzikir dengan lisan
Dzikir dengan lisan dilakukan dengan banyak menyebut dan mengagungkan nama Allah dengan ucapan lisan sebagaimana disebutkan dalam surat Al Isra ayat 110 :
al-israak-110Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (Al Isra 110)

Kegiatan dzikir dengan lisan ini bisa dilakukan seorang diri atau berjamaah. Misalnya duduk berdzikir membaca tahmid, tasbih, tahlil , asmaulhusna atau membaca Qur’an seorang diri . Bisa juga membaca tahlil, tahmid, tasbih atau asmaulhusna secara berjamaah. Membaca kalimat takbir ketika hari Raya idhul fitri atau idhul adha termasuk pada kegiatan dzikir berjamaah.

B.Dzikir dengan aggota tubuh
Dzikir dengan aggota tubuh dilakukan dengan berdiri , duduk atau berbaring , sebagaiman disebutkan dalam surat An Nisa ayat 103 diatas :

Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.
(An Nisa 103)

Pelaksanaan shalat , tawaf dan sa’i termasuk dzikir dengan anggota tubuh. Dzikir dilakukan dengan menggerakkan anggota tubuh untuk berdiri, rukuk, sujud , berjalan atau berlari . Ketika berdiri , rukuk atau sujud diringi dengan membaca doa , ayat Qur’an atau kalimat dzikir yang merupakan pujian atau mengagungkan nama Allah. Demikian pula ketika tawaf, sya’i atau berjalan menggerakan tangan dan kaki diikuti dengan membaca kalimat tasbih, tahmid, tahlil istighfar atau membaca ayat Al Qur’an.
Shalat merupakan pelaksanaan dzikir dengan seluruh anggota tubuh sebagaiman disebutkan dalamsurat Thaha 14
thaha-14Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku. 
(Thaha 14)

Dalam shalat kita menggerakan anggota tubuh melakukan gerakan rukuk, sujud duduk, dan berdiri sambil membaca doa dan ayat Qur’an.

C.Dzikir didalam hati dan fikiran
Dzikir didalam hati atau fikiran merupakan dzikir bathin yang tidak dapat diamati secara fisik. Kegiatan ini dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja ketika berdiri duduk dan berbaring tanpa diketahui oleh orang lain. Dzikir dengan fikiran disebutkan dalam surat Ali Imran 190-191
ali-imran-190-191
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, 191- (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.                     
(Ali Imran 190-191)

Pelaksanaan dzikir dengan hati atau qolbu disebutkan dalam surat al A’Raaf ayat 205 sebagai berikut :
al-araaf-205
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.
(Al A’raaf 205)

Dzikir bathin ini umumnya dilakukan seorang diri , karena kegiatannya tidak bisa diikuti atau diamati oleh orang lain. Duduk tafakur seorang diri atau I’tikaf di masjid termasuk kedalam kegiatan ini.
Usahakan dalam kegiatan sehari hari kita tetap melaksanakan berbagai kegiatan dzikir seperti tersebut diatas . Insya Allah hidup jadi aman , nyaman dan mudah.

D.Dzikir ditengah kesibukan sehari hari
Shalat adalah kegiatan dzikir yang telah ditetapkan waktu dan tata caranya minimal kita melakukan kegiatan shalat lima kali dalam sehari semalam. Diluar shalat yang lima waktu itu kita bisa melaksanakan kegiatan dzikir lainnya, seperti dzikir bathin atau dzikir lisan. Diluar kegiatan shalat usahakan tetap menjaga komunikasi dan hubungan dengan Allah setiap saat. Rasulullah banyak mengajarkan doa doa yang dianjurkan dibaca setiap hari , seperti ketika bangun tidur, mau ke kamar mandi, doa sebelum dan sesudah makan, doa keluar rumah , doa dalam perjalanan dan lain sebagainya. Semua doa itu merupakan kalimat dzikir yang menjaga hubungan dan komunikasi kita dengan Allah.
Rasulullah menyatakan keutamaan berdzikir mengingat Allah ini dalam beberapa hadist berikut ini :
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda , Allah swt berfirman : “ Aku tergantung pada persangkaan hambaKu. Dan Aku bersamanya jika ia mengingat Aku. Jika dia mengingatKu dalam hatinya, Akupun mengingatnya dalam HatiKu. Jika ia mengingatKu dalam suatu majelis, Akupun mengingatnya dalam suatu majelis yang lebih baik dari mereka. Dan jika ia mendekatiKu sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Dan Jika ia mendekatiKu sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Dan jika ia mendekatiKu dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari (HR Bukhari, Muslim , Ahmad)
Dari Abu Musa ra Nabi saw bersabda “ Perumpamaan orang orang yang berdzikir kepada Allah dan orang orang yang tidak berdzikir kepada Allah, seperti orang yang hidup dan orang yang mati (HR Bukhari, Muslim, Baihaqi).
Dari Muadz bin Jabal ra, Rasulullah saw bersabda “ Ahli syurga tidak akan menyesali apapun (didunia ini) kecuali atas waktu yang telah mereka lalui tanpa dzikrullah didalamnya “ (HR Thabrani, Baihaqi)
Bagaimana mungkin kita bisa berdzikir mengingat Allah ditengah kesibukan kita sehari hari ?, jika kita mau tidak ada kesulitan untuk itu. Kendala utamanya hanyalah rasa malas dan tidak istiqomah. Kegiatan berdzikir sudah kita mulai sesaat ketika kita bangun tidur. Perhatikan ketika bangun dari tidur apa yang kita ingat lebih dahulu. Kebanyakan orang ketika bangun tidur yang terbayang didalam fikirannya adalah kegiatan bisnis , pria atau wanita idamannya serta beban pekerjaan yang sedang dihadapinya.
Lain halnya dengan para pencinta dzikir, sesaat ketika bangun tidur yang diingat adalah Allah. Ketika baru bangun dari tidur ia akan mengucapkan doa yang diajarkan Rasulullah : Alhamdulillahilladzi ahyyana ba’da maa amatana wa ilahin nusyur…segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan (membangunkan) kami dari mati (tidur) kami , dan kepadanyalah kami kembali. Selanjutnya ia mengucapkan istighfar dengan sebanyak banyaknya.
Selanjutnya ia akan memulai setiap gerak dan langkah yang dilakukan dengan menyebut nama Allah didalam hati dan fikiran. Ada 99 asmaulhusna , sebutlah mana saja nama yang disukai, ya Rahman, ya Rahim , ya Malik, ya Quddus, ya Jabbar, ya Aziz, ya Hayyu, ya Qoyyum dan lain sebagainya. Sepanjang jalan ketika berjalan kaki , ketika duduk atau mengemudikan kendaraan, memasuki halaman kantor , memulai duduk di tempat kerja ia tidak putus menyebut nama Allah didalam hati. Insya Allah selama itu Allahpun akan menyebut namanya dihadapan majelis yang lebih besar. Allah selalu memperhatikan hajat dan kebutuhan hambaNya selama ia ingat padaNya. Dia selalu siap menolong hambaNya mengatasi berbagai kesulitan yang datang. Hingga berbagai masalah kehidupan bisa dilalui dengan mudah . Allah menjelaskan semua itu dalam surat Al Baqarah ayat 152
al-baqarah-152Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku. 
(Al Baqarah 152)

Apa saja masalah yang anda hadapi jangan lupa mengkomunikasikannya dengan Allah. Ketika akan memulai pembicaraan bisnis dengan seseorang , mengikuti tender, mengajukan penawaran barang atau jasa pada klien, mengajukan proposal dan lain sebagainya jangan lupa mohon bimbingan dan petunjuk kepada Allah. Ucapkan tasbih, tahlil , tahmid , istighfar atau asmaulhusna didalam hati terus menerus.

Ketika mendapat hal yang menggembirakan hendaklah bersyukur padaNya, sampaikan pujian pada Allah atas kenikmatan dan kegembiraan yang didapat. . Ketika mendapat ancaman atau mengalami kejadian yang buruk dan membahayakan diri berlindunglah pada Allah. Insya Allah semua kegiatan tersebut sudah termasuk dalam kegiatan dzikir harian
Demikianlah aktifitas dzikir harian yang sebenarnya mudah dilakukan namun sedikit sekali orang yang mengerjakannya. Mungkin karena tidak tahu , kalaupun sudah tahu penyakit malas sering menjadi kendala utama untuk melakukan kegiatan dzikir tersebut.
Mari hidupkan hati dengan banyak berdzikir pada Allah dimanapun berada ketika berdiri, duduk dan berbaring, insya Allah semua urusan menjadi mudah dan ringan karena Allah selalu ikut terlibat dalam semua urusan yang kita kerjakan.
Orang yang jauh dari dzikir mengingat Allah dijamin hidupnya selalu dirudung berbagai masalah dan kesulitan. Hati tidak pernah nyaman dan tentram, hidup selalu gelisah dan tertekan,berbagai masalah dan kesulitan bertubi-tubi datang menghimpit. Di dunia hidup sulit diakhiratpun lebih sulit lagi.
Sebaliknya orang yang selalu berdzikir dalam kegiatan sehari hari dijamin oleh Allah hatinya menjadi tenang nyaman dan tentram sebagaimana disebutkan dalam surat Ar Ra’d 28
ar-rad-28
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. 
(Ar Ra’d 28)

SAKITNYA SAKARATUL MAUT

“Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata: “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.” (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).
“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu !”
Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”. (Qs. Al-An’am 93).

Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Alloh, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar.
Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati.
Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.
“Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang”. (H.R. Ibnu Abu Dunya).
Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka’at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail.
Maka bermohonlah ia kepada Alloh Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Alloh Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan,dan bertamu kerumah Nabi Idris.
“Assalamu’alaikum, yaa Nabi Alloh”. Salam Malaikat Izrail,
“Wa’alaikum salam wa rahmatulloh”. Jawab Nabi Idris a.s.
Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail.
Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail.
Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya “menghadap”. Alloh sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja.
Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan “tamunya” itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan. “Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita”. Pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).
“Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)” kata Nabi Idris a.s.
“Kenapa ?” Malaikat Izrail pura-pura terkejut.
“Buah-buahan ini bukan milik kita”. Ungkap Nabi Idris a.s.
Kemudian Beliau berkata: “Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram”.
Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s.
“Siapakah engkau sebenarnya ?” tanya Nabi Idris a.s.
“Aku Malaikat Izrail”. Jawab Malaikat Izrail.
Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.
“Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?” selidik Nabi Idris a.s serius.
“Tidak” Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.
“Atas izin Alloh, aku sekedar berziarah kepadamu”. Jawab Malaikat Izrail.
Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam.
“Aku punya keinginan kepadamu”. Tutur Nabi Idris a.s
“Apa itu ? katakanlah !”. Jawab Malaikat Izrail.
“Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Alloh SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku”. Pinta Nabi Idris a.s.
“Tanpa seizin Alloh, aku tak dapat melakukannya”, tolak Malaikat Izrail.
Pada saat itu pula Alloh SWT memerintahkan Malaikat Izrail agarmengabulkan permintaan Nabi Idris a.s.
Dengan izin Alloh Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat.
Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Alloh SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Alloh mengabulkan permohonannya.
Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali. “Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?” Tanya Malaikat Izrail. “Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti”. Jawab Nabi Idris a.s.
“Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu”, kata Malaikat Izrail.
Masya Alloh, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s.
Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita ? Siapkah kita untuk menghadapinya ?

Minggu, 13 Oktober 2013

kebenaran tentang bulan pernah di belah oleh nabi muhammad saw

Ketika Bulan Terbelah - Tafsir Surat Al Qomar (54) ayat 1


Ada sebuah ayat di dalam al Qur'an yang menyatakan bahwa bulan [pernah/akan] terbelah ketika jaman telah mendekati kiamat. Sengaja kata pernah dan akansaya beri kurung karena ada beberapa penafsiran tentang ayat ini. Selengkapnya arti ayat tersebut adalah sebagai berikut:
Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. (QS Al Qomar (54): 1)
Dalam catatan kaki dari terjemahan al Qur'an Departemen Agama RI, ditulis: Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan "terbelahnya bulan" ialah suatu mukjizat Nabi Muhammad SAW.
Memang ada hadits yang meriwayatkan peristiwa terbelahnya bulan di masa Nabi saw. masih di Mekah. Hal ini terjadi ketika kaum musyrikin 'menantang' Nabi untuk menunjukkan bukti kenabiannya dengan meminta membelah bulan.
Berikut adalah beberapa di antaranya: (Terima kasih kepada seorang pembaca yang menunjukkannya)
  1. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw. bersabda: Saksikanlah oleh kalian. (Shahih Muslim No.5010)
  2. Hadis riwayat Anas ra.: Bahwa penduduk Mekah meminta kepada Rasulullah saw. untuk diperlihatkan kepada mereka satu mukjizat (tanda kenabian), maka Rasulullah saw. memperlihatkan kepada mereka mukjizat terbelahnya bulan sebanyak dua kali. (Shahih Muslim No.5013)
  3. Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.: Sesungguhnya bulan pernah terbelah pada masa Rasulullah saw.. (Shahih Muslim No.5015)
Bukti bulan pernah terbelah - Gambar ngarai di permukaan bulan
Di sana terlihat sebuah ngarai (semacam kanal kering) besar yang lurus membentang, dan mengesankan sebuah bekas patahan atau belahan yang tersambung kembali. Tetapi, jika kita bersedia membaca lebih jauh keterangan dari NASA mengenai gambar tersebut, orang akan berpikir ulang untuk menyatakan bahwa ngarai tersebut merupakan bekas terbelahnya bulan.

Beberapa fakta tentang bentukan alam di bulan tersebut:

  1. Ilmuwan menyebutnya sebagai RILLE atau RIMA. Meskipun ada banyak spekulasi tentang asal muasal kejadiannya, tetapi pendapat terkuat menyatakan bahwa ia merupakan bekas kanal atau saluran lava yang keluar dari perut bulan di masa lampau. Khusus yang berbentuk lurus seperti Rille Ariadaeus ini, diduga merupakan patahan tanah yang turun di antara 2 sesar kerak bulan yang sejajar.(Lihat Bagan)
    Bagan Sesar
  2. Rille mempunyai berbagai macam bentuk. Lurus dan panjang seperti gambar di atas adalah salah satunya. Sisanya ada yang seperti aliran sungai sebagaimana di bumi (Lihat). Mereka ditemukan di hampir semua titik di permukaan bulan. (contoh)
  3. gambar permukaan bulan -rille berkelok
  4. Rille tidaklah sepanjang yang diperkirakan. Meskipun ada yang mencapai ratusan kilometer ,tetapi tidak ditemukan Rille yang mengelilingi seluruh permukaan bulan. Jika bulan pernah terbelah dua dan Rille tersebut adalah bukti bekas belahannya, Rille pada gambar di atas seolah membelah bulan karena sudut pengambilan gambarnya. Panjangnya hanya sekitar 300 km atau 1/36 dari 10.921 km keliling permukaan bulan.